Sunday, August 5, 2018

Filosofi Hidup Yang Terkandung Dalam Tembang Macapat Jawa

Filosofi Hidup Yang Terkandung Dalam Tembang Macapat Jawa

Tembang macapat (ndrangsan.com)

Halo gan sist, kali ini ane mau bahas tentang tentang filosofi hidup yang ada dalam tembang macapat. Tembang macapat jawa terdiri atas 11 tembang dan memiliki makna-makna yang berbeda pula.Selain itu ternyata dibalik keindahannya tembang macapat jawa juga menyimpan filosofi kehidupan tentang tahap-tahap kehidupan manusia.

Sebelum masuk lebih jauh ke pembahasan inti, ada baiknya kita melihat dulu, apasih definisi tembang macapat. Kalo menurut om wiki, macapat adalah tembang atau puisi tradisional Jawa. Setiap bait macapat mempunyai baris kalimat yang disebut gatra, dan setiap gatra mempunyai sejumlah suku kata (guru wilangan) tertentu, dan berakhir pada bunyi sajak akhir yang disebut guru lagu.

Kalo gan sist orang jawa, pasti sudah gak asing kan dengan tembang macapat? kalo jaman ane SD dulu sih, ada pelajaran muatan lokal "basa jawa" yang selain membahas tata cara berbahasa jawa yang baik dan benar juga membahas tentang tembang macapat

oke, kita langsung ke pembahasan intinya....

1. Maskumambang

Maskumambang (kaskus.id)

Tembang macapat satu ini menggambarkan keadaan dimana manusia masih dalam kandungan atau jabang bayi ya gan sist. Kumambang sendiri berarti mengambang sedangkan “Mas” sendiri berarti samar atau belum jelas. Tembang ini menggambarkan manusia yang masih belum jelas atau masih dalam kandungan.

2. Mijil

Mijil (ytimg.com)

Setelah Maskumambang, selanjutnya ada Mijil. Mijil sendiri dalam bahasa Jawa berarti lahir ya gan sist. Filosofi yang terkandung dalam tembang ini adalah keadaan dimana bayi sudah dilahirkan dan sudah jelas kelaminnya laki-laki atau perempuan. Selain itu tembang mijil mempunyai sifat asih juga berisi doa dan pengharapan.

3. Sinom

Sinom (ytimg.com)

Setelah Mijil, selanjutnya ada Sinom. Sinom sendiri berasal dari kata “enom” yang berarti muda ya gan sist. Kalau yang hidup di desa juga pasti ada yang namanya "sinoman" yang berarti kumpulan anak-anak muda. Filosofi yang terkandung dalam tembang sinom sendiri adalah menggambarkan kondisi manusia saat menginjak masa muda dimana kita bisa mengeksplor segala hal dan mengetahui banyak hal serta berelasi atau berteman dengan banyak orang. Tapi dibalik itu orang muda masih sering salah arah sehingga membuat orang tuanya gelisah serta mendoakan siang dan malam agar anaknya tidak salah langkah.

4. Kinanthi

Kinanthi (kaskus.id)

Setelah Sinom ada tembang Kinanthi. Kinanthi sendiri berasal dari kata “kanthi” yang berarti menuntun atau menggandeng ya gan sist. Maksud dari tembang ini adalah di masa muda seseorang masih membutuhkan tuntunan dari orang yang lebih tua (atau bisa disebut guru) dan tidak dilepaskan begitu saja. Tujuannya dari “dikanthi-kanthi” adalah agar seorang pemuda menjadi manusia sejati di mana manusia membentuk jati diri dan meniti jalan menuju cita-cita.

5. Asmaradana

Asmaradana (wattpad.com)

Setelah itu ada Asmaradana. Tembang Asmaradana sendiri berasal dari kata “asmara” yang berarti cinta dan “dahana” yang berarti api ya gan sist. Jadi Asmaradana sendiri berarti Api Cinta 🌋 Tembang ini menggambarkan seseorang ketika sudah mulai tertarik dengan lawan jenis 😍 Tembang ini menggambarkan manusia yang sedang dimabuk asmara atau jatuh cinta yang sudah menjadi kodratnya, asal jangan mabuk judi ya, hehe.

6. Gambuh

Gambuh (kaskus.id)

Kemudian ada tembang gambuh. Gambuh sendiri berasal dari kata “jumbuh” yang berarti cocok atau setuju. Tembang ini menggambarkan manusia yang sudah menemukan kecocokan dengan masing-masing pasangannya akan berlanjut ke jenjang yang lebih serius atau pernikahan (asekk..). Tembang ini juga menggambarkan komitmen manusia dalam menjaga kesetiaan dalam hubungannya 💑.

7. Dhandhanggula

Dhandanggula (longlifeeducation.com)

Selanjutnya ada Dhandanggula. Tembang yang disusun dari dua kata yaitu "Dhandhang" dan "Gula" ya gan sist. Dhandhang merupakan salah satu alat dapur dan gula merupakan simbol manis. Jadi tembang ini menggambarkan tentang manis-manisnya kehidupan manusia. Di tembang ini juga menggambarkan manusia yang sudah mampu membina kehidupan keluarga dan cita-citanya sudah tercapai.

8. Durma

Durma (ytimg.com)

Kemudian ada tembang Durma. Durma sendiri berasal dari kata “munduring tata krama”. Filosofi yang terkandung dalam tembang ini adalah manusia yang sudah mulai tipis imannya dan menjauhi tata krama (nah loh). Ada kemungkinan juga tembang ini diciptakan sebagai peringatan kepada manusia agar tidak berbuat semena-mena kepada sesamanya jika sudah sukses, jangan terlalu sombong,dan harus terus melihat ke bawah jangan ke atas terus (ini yang penting...).

9. Pangkur

Pangkur (kaskus.id)

Manusia yang sudah melewati fase durma akan mengalami penyesalan dan akan masuk ke fase Pangkur. Kalo ane sendiri sih tahunya tarian yang bernama "Gambyong Pangkur" 😅 Pangkur berasal dari kata “mungkur” yang berarti pergi. Pergi disini bermakna pergi meninggalkan hawa nafsu (ini nih yang susah...). Filosofi yang terkandung dalam tembang ini adalah manusia yang menyingkirkan hawa nafsu duniawinya  dan mulai mendekatkan diri kepada Tuhan. Tembang ini juga menggambarkan manusia yang menyesali perbuatan-perbuatannya di masa lalu. Mungkin bisa juga disebut tobat.

10. Megatruh

Megatruh (Tribunnews.com)

Tembang Megatruh berasal dari dua kata yaitu “megat” yang berarti putus (pegatan=cerai) dan “ruh” yang berarti jiwa/roh ya gan sist. Maksud dari tembang Megatruh adalah perginya ruh manusai kepada Sang Pencipta dan pemilik kehidupan. Tembang ini juga menggambarkan kematian yang bisa datang secara tiba-tiba dan kapan saja tanpa kompromi sehingga menjadi peringatan bagi manusia agar terus berbuat baik dan memperbaiki diri (buruan tobat gan sist 😀).

11. Pocung

Pocung (carakus.com)

Dan terakhir ada Pocung. Pocung berasal dari kata “pocong” yang berarti sudah dibungkus ya gan sist. Tembang ini mengandung maksud manusia yang sudah siap untuk dimakamkan dan menghadap Sang Pencipta. Tembang ini juga digunakan untuk memberi nasihat kepada orang lain. Tembang ini berisi ajaran agar manusia mampu membawa diri dan dapat mengarungi hidup secara harmonis lahir dan batin.

Kesimpulan

Hampir semua seni dan budaya yang sudah ada sejak jaman nenek moyang kita memiliki maksud dan makna tersendiri agar generasi selanjutnya bisa melalui kehidupan ini dengan lebih baik.

Amara

(sumber: longlifeeducation.com)


EmoticonEmoticon

Post Terbaru

5 Negara yang Tidak Memiliki Pasukan Militer

5 Negara yang Tidak Memiliki Pasukan Militer Halo gan sist, Menurut wikipedia, militer adalah angkatan bersenjata dari suatu nega...