Saturday, December 23, 2017

Penyebab Ikan Budidaya Berbau Lumpur dan Cara Menanggulanginya

Penyebab Ikan Budidaya Berbau Lumpur dan Cara Menanggulanginya


Ikan (source: thepresidentpost.com)

Kalian atau ibu kalian pernah nggak  membeli ikan di pasar kemudian memasak ikan itu, rasa ikan yang ikan yang kita makan pernah "berbau lumpur". Kenapa hal ini bisa terjadi ya ?

Dilansir dari Mina Indonesia, bau lumpur ini ditemukan pada beberapa ikan budidaya seperti ikan lele, ikan mas, ikan Arctic charr, ikan salmon, dan ikan kakap putih. Bau lumpur dihasilkan ketika ikan dipelihara pada kolam air tergenang dan didominasi oleh mikroorganisme dari kelompok alga hijau biru (Cyanophyta) seperti Oschyllatoria sp., dan Anabaena sp., fungi Actinomyces, bakteri (Streptomyces tendae).

Penyebab ikan berbau lumpur :
  1. Ikan yang dipelihara pada air tergenang akan menyebabkan dominansi dari kelompok alga hijau biru (Cyanophyta) seperti Oschyllatoria sp., dan Anabaena sp., fungi Actinomyces, bakteri (Streptomyces tendae).
  2. Mikroorganisme ini menghasilkan dua senyawa kimia utama yang dikenali sebagai geosmin dan 2-methylisoborneol.
  3. Senyawa tersebut akan diserap oleh ikan melalui insang dan masuk ke dalam daging, kulit, perut, dan usus sehingga menyebabkan bau lumpur. 

Lantas bagaimana cara menanggulanginya?

Dilansir dari www.bibitikan.net, cara menanggulangi bau lumpur pada ikan gurame adalah sebagai berikut:


1. Pencegahan Bau Lumpur di Kolam


Pencegahan bau lumpur di kolam ini perlu dilakukan melalui cara yang tepat yaitu dengan mengendalikan kelimpahan plankton. Plankton penyebab bau lumpur di kolam ini pada umumnya adalah fitoplankton alga hijau-biru jenis Coelasphaerium dan Oscilatoria.

Pencegahan ini bertujuan agar gurame tidak berbau lumpur dan sekaligus mengendalikan plankton penyebab bau lumpur. Pencegahan dapat dilakukan secara kimia yaitu dengan menggunakan tembaga oksida dan pupuk urea dan secara biologis yaitu dengan menggunakan tanaman air.

Pengendalian plankton penyebab bau lumpur ini lebih baik dilakukan dengan cara biologis yaitu dengan menggunakan tanaman air Salvinia natans. Tanaman air ini hanya disebarkan di kolam dan selalu dikontrol kelimpahannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tanaman air Salvinia natans efektif mencegah kelimpahan fitoplankton alga hijau-biru yang komposisinya didominasi oleh Coelasphaerium dan Oscilatoria.

Dengan penggunaan tanaman air Salvinia natans, kelimpahan plankton nyata lebih rendah dibandingkan dengan penggunaan tembaga oksida dan pupuk urea.

2. Penanganan Bau Lumpur Pada Saat Panen Ikan


Penanganan bau lumpur pada saat panen ikan ini sudah dilakukan oleh pembudidaya gurame di daerah Beji Banyumas. Ikan gurame yang berbau lumpur dikarantina dalam kolam khusus dan hanya diberi pakan berupa daun sente selama kurang lebih 7 hari. Setelah itu bau lumpur yang ada akan hilang. Hal ini dikarenakan kotoran pada insang dan lendir yang mengandung kotoran pada seluruh tubuh ikan akan hilang. Sehingga cita rasa lumpur pada ikan akan hilang.

Bau lumpur pada ikan gurami dapat dihilangkan dengan perlakuan berupa pemberokkan ikan gurami pada air yang bersalinitas 8 sampai dengan 12 ppt selama 7 hari. Pemberokan ikan gurami ini mengakibatkan perubahan yang terjadi pada kulit yang semula mengkilat menjadi terlihat lebih kusam, dan tesktur semula lembek (banyak mengandung air dan mudah pemisahaan dagingnya) menjadi kenyal (struktur daging kompak, kering dan tidak mudah terjadi pemisahan).

Penanganan dengan pemberokan selama 7 hari, selain menghilangkan bau lumpur pada gurame juga menjadikan daging ikan terasa lebih gurih, struktur daging lebih kompak dan kering.


EmoticonEmoticon

Post Terbaru

5 Negara yang Tidak Memiliki Pasukan Militer

5 Negara yang Tidak Memiliki Pasukan Militer Halo gan sist, Menurut wikipedia, militer adalah angkatan bersenjata dari suatu nega...