Friday, January 6, 2017

REVIEW WARUNG 4T (TAHU TEMPE TELUR TERONG) PAK MARDI

REVIEW WARUNG 4T (TAHU TEMPE TELUR TERONG) PAK MARDI


Hi Ama-Ra’s!. Gak lama-lama banget gak ketemu ya (apasih pak...). Kali ini saya mau ngomongin tentang Warung 4T Pak Mardi yang begitu fenomenal di kalangan anak kost (re: saya sendiri, sendiri...). Seperti biasa, tulisan ini saya buat menurut pendapat pribadi saya, sehingga bisa disebut subjektif, namun saya selalu berusaha menilai sesuatu dengan se-objektif mungkin dan menurut pengalaman yan terjadi sebenarnya. Saya akan selalu menggunakan range 0-10 (dengan makanan 60%, tempat 20%, dan service 20%) untuk menyampaikan penilaian ya. Let’s check it out!
Ini dia, tampak depan Warung 4T (Tahu Tempe Telur Terong) Pak Mardi :

Tampak Depan Warung 4T, ramai kan?

Warung 4T ini terletak di daerah Karangwuni, Catur Tunggal (CT), Depok, Sleman, DIY (Jogja), untuk mapsnya bisa dilihat di bawah



Satu hal yang menurut saya lucu adalah nama warung makan ini. Nama warung ini adalah Warung 4T (Tahu Tempe Telur Terong) Pak Mardi, namun ada gambar ayam di depannya terus di bawahnya ada tulisan ayam (intinya saya gak paham maksud dari gambar ayam dan tulisannya). Ya walaupun memang warung ini menjual ayam juga, bukan Cuma tahu, tempe, telur, terong aja. Mungkin nama yang lebih tepat adalah Warung 4T+1A (pendapat pribadi kalo yang ini, haha).

Waktu itu, saya kesana dengan salah satu teman saya. Saya kesana tepat setelah sholat maghrib dan ternyata disana cukup ramai. Mungkin pada jam ini adalah jam-jam favorit untuk makan. Waktu itu saya memesan ayam goreng, tempe goreng, terong 3000, dan es teh. Harga dari nasi putih, ayam goreng,, terong goreng 3000, dan es teh adalah Rp 14k dan harga untuk nasi putih, ayam goreng, tempe goreng, dan air putih adalah Rp 12k. Harga ini tergolong murah untuk makanan yang enak dengan porsi besar (anak kos pasti ngiler nih, wkwk). Oiya maksud dari terong goreng 3000 adalah terong goreng yang dihargai Rp 3k, karena terong goreng biasa harganya hanya Rp 2k. Menurut saya, perbedaan antara terong goreng 2k dan 3k cukup banyak sehingga sangat disarankan untuk memesan yang 3k.

Makanan (60%) :
1. Flavour : 8/10
2. Apperance : 7/10
3. Tekstur : 7/10

Dari segi flavour (rasa dan aroma), menurut saya sudah cukup baik. Rasa dari ayam, tempe goreng, dan terong goreng terasa enak apalagi ketika dimakan dengan sambal, lalapan (mentimun, daun kemangi, dan kol/kubis), dan nasi, nge-blend cuyy. Rasa dari ayam menunjukkan bumbu yang pas. Tempe dan terong goreng pun juga dibumbui dengan bumbu yang pas sehingga menghasilkan rasa dan aroma yang enak. Aroma ayam dan tempe goreng serta terong goreng juga enak dan harum, serta menggugah selera. Sambalnya juga tidak terlalu pedas dan rasanya menurut saya lumayan enak sehingga cocok untuk yang suka pedas dan bahkan yang tidak suka pedas. Bagi yang suka pedas juga dapat meminta tambahan sambal jika masih kurang. Hal inilah yang mendasari saya memberi nilai 8/10 untuk flavournya. Foto dari makanan-makanan yang saya pesan adalah sebagai berikut :

Serius, itu enak :D
Apperance (kenampakan/platting) dari makanan yang saya pesan menurut saya sudah cukup baik dan rapi dalam penataan dan bersih. Sambal juga diberi wadah tersendiri agar tidak tercampur dengan ayam maupun yang lain. Namun yang disayangkan adalah ayam “terkubur” di dalam terong sehingga tidak terlihat. Hal ini dapat menimbulkan kesan pertama yang salah dan bisa saja pembeli menanyakan :

“mas, saya tadi pesan ayam tapi gak ada”
“coba cek di bawah terong mas”

Apakah seperti itu? Hal ini tentu perlu dihindari. Penampilan dari terong goreng yang saya pesan juga memiliki size yang berbeda. Menurut saya size yang berbeda masih tidak terjadi masalah. Ya kali terong yang kecil gak dipakai terus dibuang, kan sayang yak (Y x g : kuy). Namun yang saya sayangkan adalah ada beberapa terong yang memiliki lubang (bukan lubang di hati yak, wkwk) sehingga membuat penampilan menjadi kurang menarik. Untuk tempe penampilannya sudah rapi dan seragam ukurannya. Hal inilah yang mendasari saya memberi nilai 7/10 untuk apperance.

Dari segi tekstur nasi, sudah baik, tidak terlalu lembek dan tidak terlalu keras. Tekstur dari ayam gorengnya juga sudah pas dan tidak overcook maupun undercook. Untuk tekstur dari tempe gorengnya juga sudah pas. Tekstur dari lalapannya (mentimun, daun kemangi, kol/kubis) juga masih baik dan masih fresh (segar). Tekstur dari terong gorengnya menurut saya sudah pas. Namun ada sebagian terong yang sudah pas dan sebagian terong yang masih kurang matang (tidak merata). Hal ini mungkin dikarenakan terong tidak dimasukkan secara bersama-sama dan ukuran terong yang berbeda-beda membuat waktu untuk mematangkannya juga berbeda. Hal inilah yang mendasari saya memberi penilaian 7/10 untuk tekstur.

Tempat (20%) : 6/10

lumayan sempit, mobilitas menjadi berkurang

Foto di atas diambil dari salah satu sudut warung makan ini. Warung makan ini memiliki tempat yang tergolong sempit sehingga lumayan sulit untuk orang yang ingin berpindah tempat. Tempat ini memiliki meja dan kursi, namun jika penuh maka ada karpet yang dapat dibentangkan untuk duduk. Waktu itu saya kebagian duduk di karpet karena tempatnya penuh (karena ramai sekali, maklum porsi besar dan harga murah, haha). Jujur saja, duduk di karpet pada saat itu kurang nyaman karena ada batu di bawahnya. Ya rasanya ada yang mengganjal di bokong gitu lah. Entah batunya lancip atau pun tumpul tetap tidak nyaman, hehe. Satu lagi yang kurang dari tempat adalah tidak ada washtafel untuk mencuci tangan pakai sabun.

Service (20%) : 7/10

Dari segi service, pesanan datang agak lama karena warung makan ini yang sangat ramai. Waktu itu saya dapat nomor antrian 97 (bayangkan sodara sodara!!!). Untuk kelengkapan alat makan disana ada garpu dan sendok. Selain itu disediakan juga tisu (yang bukan tisu toilet, dan patut diapresiasi), tusuk gigi, dan sedotan. Tusuk gigi itu penting saat makanan yang disajikan berupa daging (menghilangkan “slilit” dari daging). Selain itu disediakan juga air “kobokan” untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Walaupun seharusnya tetap ada tempat untuk mencuci tangan yaitu washtafel untuk menghindari “lelembut” yang menempel di tanganmu dan tangankuu (tangan kita, ceileeeh...). Hal lain yang menjadi nilai tambah untuk warung makan ini adalah mas-mas yang jualan gercep men-jeber-kan (apalah itu ya, haha) karpet jika ada kekurangan tempat.

Overall penilaiannya adalah :
Makanan (60%) :
1. Flavour : 8/10
2. Apperance : 7/10
3. Tekstur : 7/10
Makanan : 4,4
Tempat (20%) : 6/10
Tempat : 1,2
Service (20%) : 7/10
Service : 1,4
Sehingga poin total menjadi : 4,4 + 1,2 + 1,4 = 7/10

(Overall Point : 7/10)

Warung makan 4T ini cocok untuk anak kos yang sedang kelaparan karena porsinya yang begitu besar. Namun tidak cocok untuk orang yang sedang terburu-buru karena warung ini tidak pernah sepi sehingga membutuhkan waktu untuk membuat pesanan kalian siap. Perlu ditambahkan tempat duduk mengingat ramainya warung ini. Perlu juga ditambahkan washtafel untuk mencuci tangan agar sanitasi dan higiene tetap terjaga.

Maafkan kesalahan kata atau penulisan, dan maaf jika tidak berkenan di hati pembaca. Salam AMA-RA!


EmoticonEmoticon

Post Terbaru

5 Negara yang Tidak Memiliki Pasukan Militer

5 Negara yang Tidak Memiliki Pasukan Militer Halo gan sist, Menurut wikipedia, militer adalah angkatan bersenjata dari suatu nega...